Arsip 2020:

May

[HIMAPEDIA] Selayang Pandang Gereja Tertua di Tanah Gurindam

Potret Gereja Ayam Tanjungpinang. (Sumber: Dok. HIMA/Hot Marangkup Tumpal)

Bangsa Belanda yang datang ke Nusantara hingga melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di Nusantara dapat dikatakan selalu meninggalkan jejak-jejak mereka baik dalam wujud tangible maupun intagible. Wilayah Kepulauan Riau (Riouw Archipel) yang terkenal dengan budaya Melayu juga tidak luput dari ekspansi Belanda. Salah satu tinggalan Belanda yang masih dapat dilihat hingga saat ini adalah Gereja GPIB Bethel Tanjungpinang. Saat kali pertama dibangun pada tahun 1883, gereja ini hanya digunakan untuk peribadatan bagi orang-orang Belanda dan kerabatnya, serta serdadu militer Hindia-Belanda yang memeluk agama Kristen Protestan di Tanjungpinang. Gereja tertua di Kepulauan Riau yang ketika diresmikan disebut “De Nederlandse Hervormde Kerk te Tandjoengpinang” ini sudah berstatus sebagai bangunan cagar budaya yang memiliki nomor Inventaris Cagar Budaya: 15/BCB-TB/C/01/2007. Dalam perkembangannya, gereja ini menjadi Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) setelah ditetapkan dan diakui berdasarkan Staatsblad Indonesia tahun 1948 No. 305 dan Surat Keputusan Wakil Tinggi Kerajaan di Indonesia tertanggal 1 Desember 1948 No. 2. read more

Memaknai Kata Sandi pada Bedug Masjid Cipto Mulyo Pengging, Boyolali

Masjid Cipto Mulyo tampak depan
Masjid Cipto Mulyo tampak depan (Sumber: koleksi pribadi).

Oleh : Rizal Hendra Pratama (Arkeologi 2018)

Mungkin orang agak sukar menemukan keberadaan Masjid Cipto Mulyo yang ada di kawasan wisata Umbul[1] Pengging di Kecamatan Banyudono, Boyolali ini. Awalnya penulis memiliki tujuan utama melihat kekunoan Umbul Pengging yang memang terkait erat dengan adanya sebuah pesanggrahan[2] peninggalan Kasunanan Surakarta pada masa silam. Banyak sekali umbul yang ada di wisata Umbul Pengging diantaranya adalah Umbul Temanten, Ngabean, dan Sungsang. Pemanfaatan sebagai kawasan wisata berupa pemandian bisa dikatakan mengurangi esensi dari bangunan umbul pengging yang sebenarnya memiliki fungsi sebagai tempat bersantai, singgah sebentar atau bermeditasinya keluarga Raja sehingga penuh dengan kesan suasana sepi, tenang, dan sunyi. read more

Pemerintah Kolonial dalam Menangani Wabah Penyakit

Menelaah respon pemerintah kolonial terhadap epidemi di Jawa pada abad-20 dari perspektif arkeologi

Pada masa kolonial, ada beberapa epidemi/wabah yang penyebarannya cukup membuat khawatir pemerintah kolonial di Indonesia karena penyebarannya yang masif dan tidak adanya obat pada masa itu yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Wabah-wabah tersebut diantaranya adalah Cacar, Kusta, Pes, Malaria, Kolera, dan Tuberculosis/TBC. Penanganan terhadap masing-masing wabah dilakukan sesuai dengan jenis penyebabnya, perantaranya, serta ketersediaan pengobatan terhadap wabah yang ada pada saat itu, sehingga setiap wabah memiliki cara penanganan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. read more

[INFOGRAFIS] Jelajah Museum di Rumah dengan Google Arts and Culture

Google Arts and Culture adalah platform online sebagai tempat publik untuk melihat gambar dan video beresolusi tinggi dari karya seni dan artefak-artefak budaya yang berasal dari organisasi budaya mitra di seluruh dunia.

Indonesia sendiri memiliki sembilan tempat edukasi  di Google Arts and Culture yang bisa dilihat seperti sistem VR atau seperti melihat dengan kamera 360 derajat, tapi kita bisa menggerakkan sudut pandangnya. Sembilan tempat itu adalah Museum Nasional Indonesia, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Museum Manusia Purba Sangiran, Arma Museum, Galeri Batik, Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua, serta Monumen Nasional (Monas). read more