[HIMAPEDIA]FILOSOFI MASJID SAKA TUNGGAL: KEESAAN ALLAH SEBAGAI PENCIPTA ALAM SEMESTA

Masjid Saka Tunggal yang terletak di Desa Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini merupakan masjid yang menggunakan satu saka pada bagian tengahnya. Masjid Saka Tunggal ini dibangun pada tahun 1722 oleh Bupati Kendurean, putra dari Adipati Mangkupraja. Diwilayah yang sama yang jaraknya diperkirakan sekitar 150 m dari  masjid terdapat makam Adipati Mangkupraja.

     

Sumber: Kharisma Nabila (HIMA)

Masjid ini didirikan untuk memperingati seribu hari dari wafatnya Adipati Mangkupraja dan memiliki filosofi bahwa saka tunggal itu melambangkan keesaan Allah sebagai sang pencipta tunggal alam semesta. Pembangunan Masjid Saka Tunggal ini diketuai oleh Demang (ketua desa) Sembilan, diantaranya ialah Kiai Jabrang, Kiai Tanah Suci, Kiai Brangkal, Kiai Jatinegara, Kiai Tegalsari, Kiai Pekuncen, Kiai Semangding, Kiai Gumeng, dan Kiai Karangasem. Bangunan suci bertiang satu dianggap suci tidak hanya dipandang secara islami saja, tetapi pada candi Jawi dan candi Surawana juga memuat relief berupa bangunan suci bertiang satu. read more

[HIMAPEDIA] Menilik Peradaban Manusia Prasejarah pada situs Gua Pawon, Jawa Barat

Gambar 1. Situs Prasejarah Gua Pawon (Sumber: Rimbyana, 2019)

Menilik Peradaban Manusia Prasejarah pada situs Gua Pawon, Jawa Barat

Gambar 1. Situs Prasejarah Gua Pawon (Sumber: Rimbyana, 2019)

Kehidupan yang ada pada masa lalu tidak akan pernah terlepas dengan peninggalan arkeologi, yang mana peninggalan tersebut dapat dijadikan sebagai bukti adanya kehidupan pada masa lampau yang dibantu dengan data arkeologi lain serta pertanggalannya. Himapedia kali ini akan mengajak teman-teman untuk menilik Peradaban Manusia Prasejarah pada Situs Gua Pawon yang ada di Jawa Barat.  read more

Incoming search terms:

[HIMAPEDIA] Arsitektur Masjid Menara Kudus dalam Bingkai Akulturasi Nusantara

Sumber: Rama A.A. Pratama (HIMA)

Masjid Menara Kudus adalah kompleks yang menempati lahan seluas sekitar 0,5 hektar, di mana, di samping bangunan masjid, ada juga menara batu, dan makam Sunan Kudus beserta gerbangnya. Masjid ini dikelilingi oleh dinding bata setinggi 2 meter. Keunikan Masjid Menara Kudus adalah keberadaan menara bangunan yang menyerupai bangunan candi. Sebagai tambahan, Masjid ini juga memiliki gerbang bentar dan kori (Ashadi, 2017)

Menara Masjid

Sumber: Rama A.A. Pratama (HIMA)

Menara Kudus adalah menara yang awalnya digunakan untuk adzan, dengan bentuk yang unik. Gaya bangunan menara tersebut terlihat jelas menunjukkan pengaruh bentuk bangunan candi Hindu-Jawa. Indikasinya, seperti bangunan candi Hindu pada umumnya, struktur bangunan menara masjid ini terdiri dari tiga bagian, yakni: kaki, badan, dan puncak bangunan (Triyanto et al., 2019). Bahan bangunan yang digunakan oleh menara adalah batu bata dengan pelat porselen di dinding. Menara tingginya sekitar 18 meter dengan luas 100 m2(Anisa & Lissimia, 2020). Sedangkan bagian dasar bangunan menara memiliki ukuran 10 x 10 m. Di sekeliling dinding bangunan menara, terdapat tempelan ornamen berupa hiasan piring-piring sebanyak 32 buah. Motif hias dalam piring-piring tersebut yang berwarna biru berjumlah dua puluh itu menggambarkan beberapa motif hias flora dan fauna. Sisanya yang dua belas hiasan piring berwarna merah dan putih diisi dengan motif hias bentuk stilasi bunga (Triyanto et al., 2019). read more

Incoming search terms:

[HIMAPEDIA] Candi Bocok dan Tinggalan Arkeologis di Daerah Aliran Sungai Konto, Jawa Timur

Candi Selatan
Potret candi bagian selatan. (Dok. HIMA/Abednego Andhana P).

Candi Bocok secara administratif terletak di Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Candi ini terletak di ketinggian 437 Mdpl dan tidak jauh dari jalan raya Malang-Kediri. Candi Bocok berada di daerah pegunungan antara Pegunungan Arjuna di sebelah utara dan Pegunungan Kelud di sebelah selatan. Candi Bocok memiliki nilai historis yang cukup penting mengingat letaknya yang berada di jalur antara Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Kadiri pada abad ke-13 M. Candi ini juga tidak berdiri sendiri, akan tetapi terdapat beberapa situs lain yang diduga berkaitan di kawasan perbatasan antara Kediri dan Malang. read more

Incoming search terms:

[HIMAPEDIA] Menggali Jejak Kehidupan Ranu Grati

Gambar 1. Pemandangan Ranu Grati Sumber: ksmtour.com
Gambar 1. Pemandangan Ranu Grati.
(Sumber: ksmtour.com).

Ranu Grati dapat dikatakan sebagai salah satu objek wisata andalan yang dimiliki oleh Kabupaten Pasuruan. Danau yang memiliki luas 107 hektare ini terletak di antara 3 desa, yakni Desa Sumberdawesari, Desa Ranuklindungan, dan Desa Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Ranu Grati merupakan danau yang terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik. Hal ini dapat dilihat dari bentuknya yang menyerupai corong besar dengan dasar yang dalam serta kandungan sedimen mineral di dalam airnya.

Nah, selain memiliki potensi yang besar sebagai objek pariwisata, kawasan Ranu Grati juga menyimpan potensi lain yang sangat layak untuk dikembangkan, yakni sebagai sumber ilmu pengetahuan, khususnya Arkeologi. Hal ini didasarkan pada banyaknya tinggalan arkeologi yang ditemukan di kawasan Ranu Grati. read more

Incoming search terms:

[HIMAPEDIA] Satyawati Suleiman, Sang Arkeolog Wanita Pertama Bangsa Indonesia

Dra. Satyawati Suleiman (Sumber: http://kajanglako.com/id-9314-post-satyawati-suleman.html)
Dra. Satyawati Suleiman
(Sumber: kajanglako.com).

Dra. Satyawati Suleiman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Leman atau Ibu Yati merupakan seorang arkeolog wanita pertama di Indonesia. Meskipun seorang arkeolog wanita, akan tetapi beliau tidak bisa dianggap remeh begitu saja oleh peneliti-peneliti lainnya. Hal tersebut dibuktikan dengan jasa Ibu Leman yang dikenal sebagai ahli ikonografi oleh peneliti lain. Karya yang paling terkenal dari beliau adalah buku yang berjudul Monuments of Ancient Indonesia. Buku ini diterbitkan di Jakarta pada tahun 1976 oleh Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Indonesia. read more