Oleh: Ziana Alfira
Pendahuluan
Masyarakat Muara Tae adalah masyarakat Suku Dayak Benuaq yang tinggal di sekitar Sungai Nayan dan kehidupannya bergantung pada dengan ekosistem alam yang ada di sekitarnya. Pada tahun 2015, masyarakat Muara Tae memperoleh penghargaan dari PBB, yaitu Equatorial Prize, atas perjuangan melawan deforestasi akibat alih fungsi hutan. Adanya alih fungsi, memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat Muara Tae. Hal ini dapat terjadi karena kebijakan dinilai terlalu mementingkan nilai komersial tanpa mempertimbangkan kerusakan ekosistem. Bagi masyarakat Muara Tae, hutan menjadi rumah serta ruang budaya yang terbentuk karena kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Hutan menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka. Perilaku ini kemudian menjadi kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun hingga menjadi warisan lokal dan budaya. Oleh karena itu, budaya masyarakat Muara Tae sangat dipengaruhi oleh peranan hutan.

