OLEH ADVIDYA CHARISTAKA
Sebagai ibukota Kerajaan Mataram Islam yang pertama, Kotagede memiliki sistem pertahanan yang lengkap untuk menjaga keamanan kota. Sistem pertahanan ini terdiri atas Benteng Baluwarti, Benteng Cepuri, dan jagang. Sejarah pembangunannya tidak dapat dipisahkan dari status status Mataram yang merupakan tanah pardikan di bawah kekuasaan Kesultanan Pajang. Ki Ageng Pemanahan selaku pemimpin Mataram kemudian menyerahkan wilayah itu kepada anaknya, Sutawijaya. Setelah menggantikan ayahnya, Sutawijaya membangun tembok keliling untuk memperkuat wilayah Mataram (Atmosudiro dalam Riyanto & Chawari, 2013). Sistem pertahanan ini selesai dibangun pada tahun 1516 Jawa (1594 M) dengan Benteng Cepuri yang dibangun lebih awal untuk melindungi keraton (Brian, 2017).

