Sistem Pertahanan Mataram Islam di Kotagede beserta Dinamika Keruangannya

OLEH ADVIDYA CHARISTAKA

Sebagai ibukota Kerajaan Mataram Islam yang pertama, Kotagede memiliki sistem pertahanan yang lengkap untuk menjaga keamanan kota. Sistem pertahanan ini terdiri atas Benteng Baluwarti, Benteng Cepuri, dan jagang.  Sejarah pembangunannya tidak dapat dipisahkan dari status status Mataram yang merupakan tanah pardikan di bawah kekuasaan Kesultanan Pajang. Ki Ageng Pemanahan selaku pemimpin Mataram kemudian menyerahkan wilayah itu kepada anaknya, Sutawijaya. Setelah menggantikan ayahnya, Sutawijaya membangun tembok keliling untuk memperkuat wilayah Mataram (Atmosudiro dalam Riyanto & Chawari, 2013). Sistem pertahanan ini selesai dibangun pada tahun 1516 Jawa (1594 M) dengan Benteng Cepuri yang dibangun lebih awal untuk melindungi keraton (Brian, 2017).  read more

Persebaran Temuan Yoni di Sekitar Kawasan Situs Liyangan dan Hubungannya dengan Konsep Kosmologi Hindu

Oleh : Anastasia Desy Putri Cahyani

1. LATAR BELAKANG

Yoni menjadi simbol sakral yang melambangkan aspek feminim, kesuburan, sumber kehidupan, dan kelahiran dalam kepercayaan Hindu. Umumnya, yoni sebagai representasi Dewi Parwati dipasangkan dengan lingga, sebagai simbol Dewa Siwa. Secara ikonografi, yoni biasanya berbentuk alas batu persegi atau bundar dengan lubang di tengah sebagai tempat lingga ditegakkan. Terdapat saluran air (cerat) yang berfungsi untuk mengalirkan air suci dalam ritual pemujaan dan penyucian. Di Nusantara simbol yoni banyak ditemukan pada peninggalan masa Hindu. Banyak ahli juga menafsirkan yoni sebagai lambang filosofi tentang “asal mula kehidupan” atau “regenerasi” read more

Mengenal Situs-Situs Masa Neolitik dan Temuannya di Wilayah Asia Tenggara

Salma Nazihah
Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada

salmanazihah2006@mail.ugm.ac.id 

Asia Tenggara merupakan salah satu bagian dari benua Asia yang terdiri dari sebelas negara. Berdasarkan bentang alamnya, seluruh negara tersebut terbagi ke dalam dua wilayah besar, yakni Asia Tenggara Daratan yang terdiri atas Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam, serta Asia Tenggara Kepulauan yang mencakup Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, Brunei, dan Timor Leste. Asia Tenggara Daratan memiliki bentang alam sungai-sungai panjang, dataran rendah luas yang dipisahkan oleh perbukitan dan pegunungan, serta garis pantai yang panjang. Sementara itu, Asia Tenggara Kepulauan didominasi oleh pulau-pulau berhutan lebat yang terbelah oleh dataran-dataran tinggi, serta lautan dangkal yang ideal sebagai tempat hidup ekosistem laut (Andaya, t.t.). read more

Pesanggrahan Rejowinangun: dari Pesanggrahan Sultan Menjadi Reruntuhan Terbengkalai

Karya : Muhammad Farrel Faisry

Keberadaan pesanggrahan-pesanggrahan di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak lepas dari berdirinya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Untuk menunjang  aktivitas di dalam kerajaan, dibangun berbagai fasilitas seperti masjid, keraton, alun-alun, pasar, benteng, dan pesanggrahan. Pesanggrahan pada masa Kesultanan Yogyakarta merupakan tempat peristirahatan raja beserta kerabatnya. Karena berfungsi sebagai tempat mencari ketenangan dan kenyamanan, pesanggrahan biasanya dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti taman, kolam, pancuran, kebun, ruangan istirahat, dan sebagainya. (Azzah, 2020). read more

Desain Rangka Vespa sebagai Jejak Materi Inklusivitas dalam Otomotif Roda Dua di Indonesia: Sebuah Perspektif Arkeologi Gender

Muhammad Fadel Al Farabi

Program Studi Arkeologi

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Email: muhammadfadelalfarabi@mail.ugm.ac.id 

1.  PENGANTAR

Pada paruh awal abad ke-20, pesatnya perkembangan Internal Combustion Engine melahirkan lini sepeda motor buatan Barat yang bermesin besar, berat, dan lekat dengan stigma pemberontakan. Kompleksitas dan besarnya tenaga motor masa itu menuntut kekuatan fisik yang membuatnya sangat eksklusif bagi laki-laki. Segregasi gender ini semakin dipertegas oleh desain struktur rangka, terutama letak tangki bensin di tengah, yang sangat menyulitkan perempuan berbusana rok untuk berkendara. Akibat rintangan teknis dan anatomis tersebut, ruang mobilitas otomotif roda dua tertutup bagi perempuan, sehingga mereka lebih memilih mengandalkan sepeda kayuh konvensional atau berjalan kaki. read more

Laporan Kegiatan: Intip Keseruan HIMA di Candi Umbul

Riset Pengembangan Ilmiah

Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada

rpi.himaugm@gmail.com

PENDAHULUAN

HILING 2026 atau HIMA Keliling merupakan salah satu program kerja HIMA (Himpunan Mahasiswa Arkeologi) dari divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) yang dilatarbelakangi oleh keinginan antaranggota untuk saling mengenal dan agar setiap divisi dapat melaksanakan program kerjanya masing-masing. HILING 2026 dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2026 di Candi Umbul yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pemilihan Candi Umbul sebagai lokasi HILING 2026 didasari oleh alasan agar para anggota HIMA dapat mengenal situs ini lebih jauh. Selain itu, Candi Umbul juga merupakan situs bersejarah peninggalan era Mataram Kuno yang dikelilingi oleh susunan batu candi dan memiliki nilai budaya yang penting. read more