Universitas Gadjah Mada Himpunan Mahasiswa Arkeologi
Departemen Arkeologi
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Sejarah
  • Struktur
    • HIMA 06/07
    • HIMA 11/12
    • HIMA 14/15
    • HIMA 17/18
    • HIMA 18/19
    • HIMA 19/20
      • FILOSOFI
      • VISI MISI
    • HIMA 20/21
      • Filosofi dan Logo Kabinet
      • VISI MISI
    • HIMA 24/25
      • FILOSOFI DAN LOGO KABINET
      • VISI DAN MISI
  • Foto Kenangan
    • CKC / SKS
      • CKC 2000
      • SKS 2012
    • KKSA
      • KKSA XIII Candi Ijo 03
    • Abhiseka
      • Abhiseka 2006
      • Abhiseka Sukuh 04
      • Abhiseka 1997
      • Abhiseka 2019
      • Abhiseka 2022
      • Abihiseka 2023
  • Kegiatan HIMA
  • Artefak
    • Artefak 1984
    • Artefak 1985
    • Artefak 1986
    • Artefak 1987
      • Majalah Artefak 1987: No. 5/Januari/1987
      • Majalah Artefak 1987: No. 6/September/1987
    • Artefak 1988
    • Artefak 2014
    • Artefak 2016
    • Artefak 2017
    • Artefak 2021
    • Artefak 2022
    • Artefak 2023
  • Arkeologi UGM
  • Kontak
  • Beranda
  • #JawaTengah
  • #JawaTengah
Arsip:

#JawaTengah

[HIMAPEDIA] Perspektif Benteng Van Der Wijck dalam Arkeologi Militer

HIMAPEDIAKolonial Tuesday, 13 July 2021

Benteng adalah suatu tempat yang dibangun untuk difungsikan sebagai tempat pertahanan, dan lokasi pembangunan benteng pada umumnya berada di dekat pantai atau laut. Pemilihan lokasi tersebut bertujuan untuk mempermudah pemilik benteng dalam melihat musuh dari kejauhan. Salah satu benteng yang ada di Indonesia adalah Benteng Van Der Wijck. 

Benteng Van Der Wijck yang terletak di Gombong, Ibukota Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini merupakan benteng peninggalan Zaman Kolonial. Benteng ini terletak di wilayah kompleks Secata ( Sekolah Calon Tamtama ), yang beralamat di Jalan Sapta Marga Gombong. Bangunan ini memiliki ciri khas yang sama dengan bangunan Eropa, diantaranya ialah memiliki ketinggian dan ukuran bangunan yang besar, memiliki pintu dan jendela yang besar dan tinggi, dan juga di benteng ini terdapat tiang-tiang yang besar.  read more

[HIMAPEDIA]FILOSOFI MASJID SAKA TUNGGAL: KEESAAN ALLAH SEBAGAI PENCIPTA ALAM SEMESTA

HIMAPEDIAIslam Thursday, 15 April 2021

Masjid Saka Tunggal yang terletak di Desa Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini merupakan masjid yang menggunakan satu saka pada bagian tengahnya. Masjid Saka Tunggal ini dibangun pada tahun 1722 oleh Bupati Kendurean, putra dari Adipati Mangkupraja. Diwilayah yang sama yang jaraknya diperkirakan sekitar 150 m dari  masjid terdapat makam Adipati Mangkupraja.

     

Sumber: Kharisma Nabila (HIMA)

Masjid ini didirikan untuk memperingati seribu hari dari wafatnya Adipati Mangkupraja dan memiliki filosofi bahwa saka tunggal itu melambangkan keesaan Allah sebagai sang pencipta tunggal alam semesta. Pembangunan Masjid Saka Tunggal ini diketuai oleh Demang (ketua desa) Sembilan, diantaranya ialah Kiai Jabrang, Kiai Tanah Suci, Kiai Brangkal, Kiai Jatinegara, Kiai Tegalsari, Kiai Pekuncen, Kiai Semangding, Kiai Gumeng, dan Kiai Karangasem. Bangunan suci bertiang satu dianggap suci tidak hanya dipandang secara islami saja, tetapi pada candi Jawi dan candi Surawana juga memuat relief berupa bangunan suci bertiang satu. read more

Universitas Gadjah Mada

Himpunan Mahasiswa Arkeologi

Departemen Arkeologi

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

 

 

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY