Arsip:

HIMAPEDIA

MENJELAJAHI JEJAK KUNO DAN MODERN : EKSPLORASI KEBERAGAMAN ARSITEKTUR MAGELANG

Oleh : Cindy Anggita Azzahra
 https://adminweb.magelangkota.go.id/uploads/15162359660_1_16c28f2c7b.jpg
Sumber gambar : https://adminweb.magelangkota.go.id/uploads/15162359660_1_16c28f2c7b.jpg

Magelang merupakan sebuah kota yang sudah berumur lebih dari 10 abad, menjadikannya salah satu kota tertua di Indonesia. Magelang terletak di provinsi Jawa Tengah yang dikelilingi oleh sungai dan bukit pegunungan. Daerah Magelang dibentuk sejak masa klasik, tepatnya pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan prasasti, Magelang dulunya dinamakan Desa Mantyasih yang saat ini desa tersebut dikenal dengan Desa Meteseh di Magelang. Bukti yang menyatakan adanya desa tersebut bisa ditemukan pada Prasasti Poh, Prasasti Gilikan dan Prasasti Mantyasih. Prasasti Mantyasih tersebut ditulis di atas lempengan tembaga. Dalam isi prasasti tersebut disebutkan adanya tulisan mengenai Desa Mantyasih yang saat ini dinamakan Desa Meteseh dan Desa Glangglang yang sekarang diubah menjadi Magelang. Pada isi Prasasti Mantyasih juga menyebutkan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 yang artinya 11 April 907 M, sehingga pada tanggal 11 April dijadikan hari lahirnya Magelang. read more

Hiperealitas Dalam Penyebaran Informasi Arkeologi

Oleh: Nicolas Widodo
Sumber gambar: https://pin.it/1J0ANb3y1

Saat ini, laju semua informasi terjadi begitu cepat melalui berbagai media dan platform yang tersedia di gawai-gawai kita. Semua informasi dapat kita akses secara mudah dan cuma hanya bermodalkan adanya jaringan internet dan gawai. Di era serba cepat ini, disiplin ilmu arkeologi pun dituntut harus dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan ini. Utamanya karena arkeologi harus tetap memberi edukasi kepada masyarakat mengenai eksistensi manusia dilihat dari sudut pandang yang masuk akal dan dapat diterima secara keilmuan. Tidak dapat dipungkiri dengan perkembangan media sosial saat ini maka juga makin mendukung perkembangan arkeologi yang dilakukan oleh awam. Di satu sisi, memang hal ini memberi manfaat tetapi di sisi lain hal ini juga dapat menjadi masalah utamanya jika kita menyadari adanya suatu fenomena yang disebut hiperealitas. Apa itu hiperealitas? Mengapa hiperealitas harus diwaspadai? read more

Balai Soedjatmoko

Oleh : Alifah Hanin Salsabila

Tepat di sisi depan sebuah bangunan toko buku modern terkenal yang berada di deretan Jalan Slamet Riyadi, berdiri sebuah bangunan yang tampak seperti rumah tua dengan gaya arsitektur Eropa. Bangunan rumah tua tersebut saat ini lebih dikenal dengan sebutan “Balai Soedjatmoko” yang kerap dijadikan sebagai lokasi untuk penyelenggaraan beragam event kesenian dan kebudayaan di Kota Solo. Pada bagian depan rumah tua ini dapat kita temukan sebuah prasasti baru berangka tahun 2014 yang berisi tentang penetapan status bangunan tersebut sebagai bangunan yang telah dianggap memenuhi kriteria sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Solo. Apa yang membuat bangunan ini istimewa hingga bisa ditetapkan oleh pemerintah kota sebagai “calon” cagar budaya?  read more

Film Moana (2016): Representasi atas Migrasi, Kolonialisme,  dan Tradisi Bangsa Polynesia

Oleh: Nasywa Rida Nathania
Gambar 1. Poster Film Moana (2016)
(Sumber: imdb.com)

Film Moana adalah salah satu film animasi Disney yang melejit pada masanya, bahkan masih sering ditonton hingga masa kini. Film ini rilis pada tahun 2016 dan telah mendapatkan sejumlah 22 penghargaan dan 90 nominasi dalam berbagai ajang kompetisi film, khususnya bidang film animasi terbaik. Film ini bercerita tentang Moana, seorang putri dari kepala suku Motunui, Chief Tui, yang dipilih oleh lautan untuk mengembalikan “jantung” dewi Te Fiti. Jantung tersebut dicuri oleh Maui, yaitu demigod atau makhluk setengah manusia—setengah dewa. Tujuan Moana untuk mengembalikan jantung tersebut adalah untuk menyelamatkan orang-orang di tempat tinggalnya. read more

Kerkhoff di Jalan Yos Sudarso Sebagai Jejak Kejayaan Suikerfabriek Bandjardawa di Kabupaten Pemalang

Oleh : Siti Nur Anisa

Berada di wilayah pesisir utara pulau Jawa, kabupaten Pemalang tidak lepas dari belenggu kolonialisme Bangsa Belanda pada masa lalu. Seiring dengan diberlakukannya kebijakan Cultuurstelsel yang diperkenalkan oleh Van den Bosch pada 1830, perkebunan tebu dan pabrik gula tumbuh subur di Pemalang. Beberapa pabrik gula yang pernah beroperasi di Pemalang yaitu, Sumberharjo, Petaroekan, Bandjardawa dan Tjomal. Namun, pada kisaran permulaan tahun 1930-an saat krisis malaise menyerang dunia, pertumbuhan dan industri pabrik gula mulai lesu. Selain itu berbagai faktor-faktor lainnya yang terjadi pada tiap- tiap pabrik turut memperparah keadaan. Hingga pada akhirnya pabrik-pabrik yang ada terpaksa harus berhenti beroperasi dan ditutup. Sehingga pada akhirnya kebanyakan bangunan-bangunan bekas pabrik gula yang ada menjadi bangunan terbengkalai pada masa setelahnya. read more

TATO SEBAGAI SIMBOL STRUKTUR KEMASYARAKATAN SUKU MENTAWAI

Oleh: Ayu Galih Dewandari

Tato, apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata “tato”?. Mungkin kata tersebut sudah terdengar tidak asing pada masyarakat umum. Tato atau bisa disebut juga dengan body painting adalah seni melukis yang memanfaatkan tubuh manusia sebagai medianya. Dibuat dengan cara menusuk, menyuntikkan, atau melukai kulit dengan jarum suntik yang sudah diberi cairan kimia yang pada akhirnya lukisan tersebut pada kulit tidak akan hilang. Seni tato ternyata sudah dikenal sejak zaman prasejarah, dibuktikan dengan adanya artefak dan penemuan mumi, seperti mumi Iceman yang ditemukan di pegunungan dekat perbatasan Austria dengan Italia dan mumi wanita yang ditemukan di Situs Deir El-Medina. read more