Publik
Monday, 23 March 2020
Oleh : Rizal Hendra Pratama (Arkeologi 2018)
Isu penggusuran Taman Sriwedari yang menjadi salah satu ikon Surakarta itu sejatinya merupakan isu yang sudah lama bergulir. Namun, baru – baru ini muncul kabar bahwa penggusuran itu tidak hanya terbatas pada Taman Sriwedari saja, melainkan merembet ke Museum Radya Pustaka. Hal ini didasarkan atas alasan letaknya yang berada ditengah – tengah Taman Sriwedari. Museum Radya Pustaka sendiri dibangun pada 28 Oktober 1890 oleh Raden Adipati Sosrodiningrat IV yang kala itu menjabat sebagai patih pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwono X. Pada tahun 1913 bangunan museum dipindah ke bangunan yang sekarang santer dengan isu penggusuran tersebut yaitu di Jalan Selamet Riyadi. Bangunan tersebut awalnya merupakan rumah warga Belanda bernama Johannes Busselar. Museum Radya Pustaka yang notabene merupakan museum milik keraton ini dapat disandingkan dengan Museum Sono Budoyo yang juga merupakan museum yang dibangun oleh Keraton Yogyakarta. Kedua museum tersebut menjadi saksi bisu pesatnya perkembangan kedua keraton. Hal ini bisa dilihat sendiri bagaimana kondisi kedua Museum yang sekarang masih eksis tersebut. Museum Radya Pustaka memiliki nilai penting sebagai museum pertama dan tertua di Indonesia. Nilai penting lainnya adalah museum ini juga tampak dari segi bangunannya yang menjadi bagian dari Taman Sriwedari sebagai pusat kebudayaan dan kesenian sejak awal pendirian hingga kondisinya saat ini yang sudah diambang penggusuran. read more