Arsip:

HIMAPEDIA

[HIMAPEDIA] Problematika Dalam Arkeologi Gender Menjadi Salah Satu Tujuan SDG

Secara umum, pengertian gender diartikan sebagai adanya suatu nilai dan simbol pembeda dalam lingkungan masyarakat, dengan lahirnya suatu individu yang dapat dibedakan secara biologis, yaitu laki-laki dan perempuan yang dapat dilihat dari segi maskulinitas dan feminitas. (Saptari dan Holzner 1997:21). 

Topik pembahasan tentang gender ini mulai menarik perhatian pada tahun 1970-an dalam studi arkeologi sejak adanya pengaruh feminisme, dan bahkan menjadi sub disiplin dalam bidang keilmuan arkeologi sekitar tahun 1980-an dengan ilmu yang berjudul “Arkeologi Gender” (Johnson 2000:118) yang mana pembahasan terhadap ilmu ini lebih menitik beratkan terhadap peran, aktivitas, identitas yang ada pada laki-laki dan perempuan, serta membahas tentang perbedaan laki-laki dan perempuan yang dilihat dari segi sosial dan biologis dalam suatu masyarakat (Renfew dan Bahn  2005:127; Gilrischt 1997:2)           read more

[HIMAPEDIA] SAKA KALPATARU PENDAPA RANTE SEBAGAI SIMBOL MULTIKULTURALISME BERAGAMA

(Sumber: Mawan Sidarta, 2015)

Islam dikenal sebagai sebuah agama yang diajarkan secara halus dan damai dengan kebudayaan sebelumnya. Kelompok penyebar Islam yang terkenal adalah Wali Songo, salah satu diantaranya adalah Syekh Maulana Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Sunan Bonang memiliki strategi dakwah yang sangat ramah, yakni melalui permainan bonang dan syair-syair tembang. Makam Sunan Bonang terletak di Tuban, Jawa Timur, tepatnya di sebelah barat Masjid Agung Tuban. Pada kompleks makam Sunan Bonang masih dapat ditemukan benda-benda era Hindu-Budha. Sebelum memasuki area inti makam, terdapat dua Pendapa Kayu, salah  satunya disebut sebagai Pendapa Rante.  read more

[HIMAPEDIA] Masjid Jami Al Anwar Angke : Respresentasi Keragaman Etnis di Batavia

(Masjid Angke tahun 1930. Sumber : KITLV)

Batavia selama abad 17 hingga abad 18 merupakan kota yang sangat majemuk dan multikultur, hal tersebut didukung oleh komposisi masyarakatnya yang terdiri dari berbagai etnis. Masing-masing etnis yang datang ke daerah perantauan (Batavia) membawa berbagai macam kebudayaan dari daerah asal mereka. Pembauran, akulturasi dan asimilasi tidak dapat dihindari, sehingga dari proses tersebut melahirkan corak kebudayaan baru. Salah satu hasilnya dalam bentuk bangunan. Masjid Jami Al-Anwar atau lebih populer dengan sebutan Masjid Angke merupakan sebuah contoh karya budaya, sekaligus saksi sejarah betapa Bhineka-nya masyarakat di Jakarta pada masa lampau. read more

[HIMAPEDIA] MENGULAS BANGUNAN UTAMA DI STASIUN PALBAPANG 

Kedatangan VOC ke Hindia Belanda membawa pengaruh besar bagi peradaban masyarakat Hindia Belanda pada masa itu. Hingga pada akhirnya VOC runtuh dan tergantikan oleh sistem kolonialisme pada abad ke 19 ketika Perancis mulai menjajah Belanda. Adanya system ini pastinya memiliki pemimpin. Tiap-tiap pemimpin memiliki kebijakan masing-masing ketika menjabat. Salah seorang yang memimpin Hindia Belanda pada masa kolonialisme adalah Gubernur Jenderal van den Bosch. 

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal van den Bosch, terjadi peristiwa Perang Jawa. Peristiwa tersebut menguras habis bahkan mencapai angka minus kas milik pemerintah kolonial. Dari situlah van den Bosch mengeluarkan kebijakan culturstelsel. Hasil dari kebijakan tersebut ternyata semakin meningkat namun tanpa didukung  transportasi pengangkutan hasil yang mendukung. Oleh karena itu, dicetuskanlah transportasi baru, yaitu kereta api yang dinilai lebih efektif dan efisien dalam mengangkut hasil pertanian. read more

[HIMAPEDIA]FILOSOFI MASJID SAKA TUNGGAL: KEESAAN ALLAH SEBAGAI PENCIPTA ALAM SEMESTA

Masjid Saka Tunggal yang terletak di Desa Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini merupakan masjid yang menggunakan satu saka pada bagian tengahnya. Masjid Saka Tunggal ini dibangun pada tahun 1722 oleh Bupati Kendurean, putra dari Adipati Mangkupraja. Diwilayah yang sama yang jaraknya diperkirakan sekitar 150 m dari  masjid terdapat makam Adipati Mangkupraja.

     

Sumber: Kharisma Nabila (HIMA)

Masjid ini didirikan untuk memperingati seribu hari dari wafatnya Adipati Mangkupraja dan memiliki filosofi bahwa saka tunggal itu melambangkan keesaan Allah sebagai sang pencipta tunggal alam semesta. Pembangunan Masjid Saka Tunggal ini diketuai oleh Demang (ketua desa) Sembilan, diantaranya ialah Kiai Jabrang, Kiai Tanah Suci, Kiai Brangkal, Kiai Jatinegara, Kiai Tegalsari, Kiai Pekuncen, Kiai Semangding, Kiai Gumeng, dan Kiai Karangasem. Bangunan suci bertiang satu dianggap suci tidak hanya dipandang secara islami saja, tetapi pada candi Jawi dan candi Surawana juga memuat relief berupa bangunan suci bertiang satu. read more

[HIMAPEDIA] Menilik Peradaban Manusia Prasejarah pada situs Gua Pawon, Jawa Barat

Gambar 1. Situs Prasejarah Gua Pawon (Sumber: Rimbyana, 2019)

Menilik Peradaban Manusia Prasejarah pada situs Gua Pawon, Jawa Barat

Gambar 1. Situs Prasejarah Gua Pawon (Sumber: Rimbyana, 2019)

Kehidupan yang ada pada masa lalu tidak akan pernah terlepas dengan peninggalan arkeologi, yang mana peninggalan tersebut dapat dijadikan sebagai bukti adanya kehidupan pada masa lampau yang dibantu dengan data arkeologi lain serta pertanggalannya. Himapedia kali ini akan mengajak teman-teman untuk menilik Peradaban Manusia Prasejarah pada Situs Gua Pawon yang ada di Jawa Barat.  read more