Kota dan Urbanisasi Awal di Asia Tenggara

Fig. 1 Pagoda Baw Baw Gyi di Sriksetra, by Jakub Hałun – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=51060827

Fig. 2 Kuil Asrama Moha Russei di Angkor Borei, By Tonbi ko – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=50024835

Kota bisa kita definisikan secara formal dan fungsional. Mendefinisikan kota secara formal berarti mendefinisikannya berdasarkan ciri fisiknya, sedangkan definisi fungsional berdasarkan fungsinya. Redfield dan Singer membagi kota fungsional menjadi dua yaitu orthogenic atau pusat pemerintahan dan budaya, dan heterogenic yaitu pusat perdagangan dengan penduduk multietnis. Pembentukan kota dan urbanisasi merupakan dampak meningkatnya kompleksitas dari sebuah masyarakat. read more

Teman Para Bujangan Belanda : Dutch Wife

Pendahuluan

Kedatangan bangsa Belanda ke Kepulauan Indonesia yang dulu dikenal dengan Hindia Belanda memiliki pengaruh terhadap perkembangan kebudayaan. Pada awal datangnya bangsa Belanda ke Hindia Belanda susunan bangunan permukiman mirip seperti di negeri Belanda dengan berpusat di dalam benteng seperti di Batavia (Soekiman, 2014). Perkembangan adaptasi bangsa Belanda di Indonesia juga menyebabkan terjadinya percampuran kebudayaan antara kebudayaan Belanda dengan kebudayaan di Jawa yang dikenal dengan kebudayaan Indis. read more

[HIMAPEDIA] Metode Gamifikasi pada Museum Digital sebagai Media Belajar Interaktif bagi Pelajar di Era Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan memberikan efek pada berbagai sektor. Menurut Skare, Soriano, dan Rochan (2020) salah satu sektor yang mendapatkan dampak cukup besar akibat adanya pembatasan sosial karena Covid-19 adalah pariwisata. Badan Pusat Statistik (2020) menyebutkan bahwa total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari sampai Mei 2020 adalah 6,3 juta, turun sebanyak 2,9 juta dibandingkan tahun 2019. Selain itu, menurut Kartiko (2020) penurunan juga terjadi pada kunjungan wisatawan domestik yakni masyarakat Indonesia yang khawatir dengan adanya Covid-19 sehingga mereka cenderung menunda perjalanan pariwisata.  read more

[HIMAPEDIA] Festival Arkeologi : Penggunaan Teknologi pada Museum sebagai Media Belajar Interaktif

“Jangan pernah melupakan sejarah. Ini akan membuat dan mengubah siapa diri kita.” ~
Dr. Ir. H. Soekarno ( Presiden Pertama Republik Indonesia ).
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keanekaragaman budaya dari peninggalan nenek moyang. Terdapat banyak peralatan, pakaian, tulisan, gambar, dan lainnya yang menjadi sumber sejarah bagi generasi muda bangsa. Sejarah menjadi sumber untuk belajar dan lebih mencintai bangsa Indonesia, sebab dengan adanya peninggalan tersebut para generasi muda akan timbul rasa untuk memiliki dan menjaganya. Kunjungan ke museum pada generasi muda merupakan usaha untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme yang ada didalam dirinya (Emarawati & , 2019). Peran museum sebagai tempat penyimpanan sekaligus media pengenalan kepada masyarakat dan generasi muda sangat penting sekali. Museum adalah tempat pelestarian dari hasil cipta, karya, dan karsa manusia yang mengandung nilai-nilai dari kearifan lokal masing-masing daerah yang ada di Indonesia (Sarkowi, 2020). Museum menjadi tempat yang kurang diminati oleh para generasi muda, utamanya banyak pelayanan museum yang masih konvensional. Era saat ini adalah digitalisasi, oleh karena itu perlu adanya pelayanan yang berbasis teknologi di museum. read more

HIMAPEDIA [SEPAK TERJANG ARKEOLOGI DI TANAH AIR INDONESIA]

Gambar 1. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Sumber : https://arkenas.kemdikbud.go.id/contents/read/research/d625cv_1537441003/pemberdayaan-masyarakat-di-lingkungan-situs-arkeologi-2#gsc.tab=0)

            Arkeologi adalah ilmu yang menggunakan pendekatan ilmu lain untuk mengkaji tentang kehidupan manusia beserta kebudayaannya di masa lampau dari tinggalan-tinggalan yang telah ditemukan secara sistematis (Manalu, 2013). Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menjadi lembaga yang saat ini membawahi penelitian arkeologi di Indonesia. Dari masa ke masa, arkeologi di Indonesia tentu mengalami perkembangan. Pada awalnya, penjajah yang tertarik oleh peninggalan-peninggalan masa lampau, terutama peninggalan kepurbakalaan di daerah jajahan menjadi tonggak utama berdirinya arkeologi di Indonesia. Sejak masa penjajahan VOC, kemudian Inggris, lalu Pemerintah Belanda hingga Indonesia Merdeka, arkeologi mengalami pasang surut dan perubahan dalam sepak terjangnya. read more

[HIMAPEDIA] Problematika Dalam Arkeologi Gender Menjadi Salah Satu Tujuan SDG

Secara umum, pengertian gender diartikan sebagai adanya suatu nilai dan simbol pembeda dalam lingkungan masyarakat, dengan lahirnya suatu individu yang dapat dibedakan secara biologis, yaitu laki-laki dan perempuan yang dapat dilihat dari segi maskulinitas dan feminitas. (Saptari dan Holzner 1997:21). 

Topik pembahasan tentang gender ini mulai menarik perhatian pada tahun 1970-an dalam studi arkeologi sejak adanya pengaruh feminisme, dan bahkan menjadi sub disiplin dalam bidang keilmuan arkeologi sekitar tahun 1980-an dengan ilmu yang berjudul “Arkeologi Gender” (Johnson 2000:118) yang mana pembahasan terhadap ilmu ini lebih menitik beratkan terhadap peran, aktivitas, identitas yang ada pada laki-laki dan perempuan, serta membahas tentang perbedaan laki-laki dan perempuan yang dilihat dari segi sosial dan biologis dalam suatu masyarakat (Renfew dan Bahn  2005:127; Gilrischt 1997:2)           read more